Showing posts with label rahsia akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label rahsia akhir zaman. Show all posts

Sunday, July 14, 2013

Benarkah Candi di Lembah Bujang mengadap Kiblat? Bahagian 2



Photo benua Sundaland; Malaysia, Indonesia dan  Borneo pernah bersatu dengan Tanah besar Asia Rujukan Sundaland

Dari teori geologi plat tektonik bumi ini sentiasa berubah berubah sesesuai dengan Firman Allah dalam ayat Al Quran
 
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)"
 
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)

Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi
.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305). Baca Selengkapnya Di:
SINI
 
 
Kita kembali ke kedudukan Candi di Lembah Bujang -apakah ia benar sebuah Candi Buddha /Hindu  atau sebuah Mihrab seorang Islam atau ugama Hanif ? (bahagian depan tempat solat seorang Imam). Berdasarkan teori pergerakan benua Sundaland, Malaysia dan Sumatera pernah bersatu. Maka  Radzi Sapiee telah membuat satu photoshop bagi melihat Candi asal di Lembah Bujang pada sudut yang lain;
 
 


Dengan menggunakan Photoshop saya mencabut dan menyengetkan Semenanjung pada 32.09 darjah kemudian merapatkannya dengan Pulau Sumatera.
 
Pada kedudukan ini candi di Lembah Bujang akan menghadap Kaabah. !
 
Jika begitu benarlah ruang di hadapan "candi" itu adalah sebuah MIHRAB.
 
Sebenarnya banyak prasasti dan warisan arkeologi di nusantara yang telah diselewengkan faktanya. Islam  dan ugama Hanif  telah bertapak lama di Nusantara!
 
Jika begitu kitab sejarah Bangsa Bani Jawi  seperti Babad Tanah Jawi , Sulatus Salikin , Merong Mahawangsa, Hikayat Amir Hamzah, Sejarah Melayu  wajar dikaji balik dan di cross check dengan Al Quran dan Hadis, catatan Ptolemy dan sejarawan Arab, Cina, India  serta Yunani kerana ia memberi gambaran geografi, geology, sejarah serta  rahsia besar  di Nusantara. Berdasarkan kitab kitab dan cerita orang lama tentang pergerakan benua dan lain lain kita dapat dapatan  ini;

1. Fasa satu : Separuh tanah Asia Tenggara pernah bersambung dan terletak di hujung Tanah Arab. Kemungkinan begitulah keadaannya semasa zaman Nabi Sulaiman sehingga Yaman dan Asia Tenggara termasuk di dalam jajahan kerajaan Saba' yang diperintah Ratu Balqis. Petunjuknya ada pada cerita kanak-kanak Sang Kanchil yang asyik menyebut tentang Raja Sulaiman.

2. Fasa dua : Bahagian Asia Tenggara itu telah berpecah dari Tanah Arab lalu bersambung dengan kawasan benua besar Asia yang kita kenali sebagai Indo China. Ketika ini Sumatera masih sebahagian dari Semenanjung dan ini pernah dilukiskan di dalam peta pemikir Yunani bernama Ptolemy yang dibuat sebelum atau sekitar zaman Nabi Isa AS. Keadaan ini masih berlangsung sehingga zaman para sahabat Nabi Muhammad SAW lalu jika kapal belayar dari Tanah Arab atau India untuk ke China mesti melalui pantai barat Sumatera. Maka naiklah pelabuhan-pelabuhan seperti Barus juga daerah Minangkabau sebagai persinggahan segala dagang.

3. Fasa tiga. Sumatera dan Semenanjung berpisah dari Indo China. Laluan dagang dari India ke China dan sebaliknya perlu melepasi utara Aceh yang rapat dengan Pattani dan Kelantan. Lalu kawasan-kawasan ini dan sekitarnya menjadi tempat persinggahan utama.

4. Fasa empat. Sumatera terpisah dari Semenanjung sedangkan Semenanjung bersambung kembali dengan Indo China lalu menutup laluan fasa tiga. Maka muncullah Selat Melaka sebagai laluan utama antara India dan China dan naiklah kerajaan Melaka.

5. Fasa lima? Kita sudah melihat bagaimana peristiwa Tsunami 26 Disember 2006 boleh mengalihkan seluruh Pulau Sumatera sejauh beberapa meter dan mengubah garisan pantai di beberapa tempat. Dengan segala macam gerakan seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mungkin terjadi, tidak mustahil nanti Sumatera akan bersambung kembali dengan Semenanjung dan Selat Melaka kembali menjadi sebesar sungai untuk memenuhi hadis akhir zaman tentang "negeri di belakang sungai".
 

Wednesday, September 5, 2012

Negeri Saba di zaman Nabi Sulaiman di Nusantara-KH Fahmi Basha

Beberapa dapatan kajian membuat hipotesis bahawa negeri Saba sebearnya berada di Nusantara. Hasil kajian  dari KH Fahmi Basya dan para Muridnya, mengenai kebenarannya tentu masih harus diteliti lebih lanjut secara komprehensif dan detail. (Red. Ahmad Yanuana Samantho). Beberapa bukti dinyatakan di artikel dibawah. Jika ini benar ia memberi insight kenapa Nusantara sentiasa diburu kerana kekayaan hasil buminya.  Rujuk kajian dibawah yang diambil dari Blog Bayt Al Hikmah. Kajian Sejarah: Menarik Benang Merah Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Atlantis Dan Negeri Saba’


Indonesia selain dikenal sebagai pewaris Peradaban Benua Atlantis yang hilang, dikenal juga sebagai Pusat Peradaban Negeri Saba’

Ada pembahasan yang cukup menarik dan sekaligus sangat menggelitik pikiranku, yaitu seperti yang pernah saya baca mengenai sebuah kajian tentang “INDONESIA NEGERI SABA” yang disampaikan oleh KH. Fahmi Basya, Beliau menggambarkan begitu detil sekali berawal dari pembahasaan Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 18 sebagai berikut:
وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا
لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman.
[QS. Saba'/34: 18]
 
 

Ya sebelum membahas Negeri Saba’, silahkan baca terlebih dahulu: Fakta Ilmiah: Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia, karena nanti kita akan menemukan benang merahnya.!
Indonesia Negeri Saba’

Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCES OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Hasil riset tersebut juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman As dan negeri yang beliau wariskan ternyata secara kebetulan diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Yogyakarta – Jawa Tengah. Nabi Sulaiman As mewarisi kerajaan dari Nabi Daud As yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.
 
Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yang asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yang dikenal sebagai suku-suku yang hilang “The Lost Tribes” yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yang menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia....dan Nusantara
 
Dan kalau kita merunut lagi kembali seperti apa yang telah disampaikan oleh KH. Fahmi Basya tentang Candi Borobudur, maka akan semakin tampak jelas bahwa ketika beliau menjelaskan tentang Negeri Saba’ disitu dikatakan bahwa sebuah pemerintahan yang sangat kuat karena dipimpin oleh Nabi Sulaiman As dan Ratu Balqis dari hasil riset dengan di dukung oleh data-data yang ada, maka terbukti bahwa NEGERI SABA’ itu adalah INDONESIA dengan pusat pemerintahan di Jawa dan ARSY SABA’ yang dipindahkan atas perintah Nabi Sulaiman As adalah Candi Borobudur yang dipindahkan dari Istana Ratu BOKO, dan NEGERI SABA’ inilah yang kemudian dikatakan oleh KH Fahmi Basya ada kemiripan antara Cerita dengan BENUA ATLANTIS yang hilang itu. Dan sungguh luar biasa kalau fakta itu benar, berarti Negeri ini telah mewarisi peradaban besar bangsa-bangsa.
Kembali ke pembahasan tentang NEGERI SABA’ ada 15 (lima belas) point penting yang menjadi bukti berdasarkan Al-Qur’an bahwa SABA’ itu ada di pulau Jawa (Indonesia) dan bukan di YAMAN!
 
1. Di buku-buku Ilmu Sejarah kita disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke-7 Masehi, tetapi menurut Teori paruh waktu , bahwa penelitian terhadap batu candi tersebut tidak bisa dihitung umurnya dengan Isotop C (Carbon). Sehingga bisa ditarik Hipotesa, bahwa Candi Borobudur tidak dibuat pada abad ke-7 Masehi.

Candi Borobudur

2. Adanya phenomena angka 19 di Candi Borobudur. Adapun mengenai phenomena angka 19 itu terdapat di dalam Alqur’an berasal dari kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim yang terdiri dari 19 huruf. Kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim ini yang memperkenalkannya kepada kita adalah nabi Sulaiman As. ketika beliau berkirim surat kepada Ratu Saba’
Kop Surat dari Surat nabi Sulaiman As itu adalah kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim .
Isi suratnya adalah: ” Alla ta’luu ‘alaiyya, wa’tuunni muslimiin ” ( Jangan menyombong kepadaku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri ). Dan perlu diketahui surat itu sampai sekarang masih ada yaitu di Musium Nasional berupa lempengan emas bertuliskan Bismillah, surat itu awalnya ditemukan dikolam dekat Candi borobudur.

Lempengan emas bertuliskan kalimat ‘Bismillah”
Jadi, dapat dikatakan bahwa phenomena 19 itu sudah diketahui oleh Nabi Sulaiman As. Oleh sebab itu di Candi borobudur ada phenomena 19.

Phenomena angka 19

3. Adanya phenomena posisi tiga buah candi terletak segaris lurus, yaitu: Candi Borobudur, Pawon dan Mendut.

Karena yang membuat Candi Borobudur itu bukan manusia saja, tetapi juga Jin, maka segaris lurusnya tiga candi, yaitu Borobudur, Pawon dan Mendut, bukanlah hal kebetulan. karena Jin bisa melihatnya dari atas.

Untuk apa mereka membuat ketiga candi itu segaris lurus?
Untuk membuat gambar Gerhana. Dengan demikian mereka memberitakan bahwa Borobudur itu gambar Matahari, Pawon itu gambar Bulan dan Mendut adalah gambar Bumi. Itu sebab Mendut mewakili Manusia. Disana ada sebuah patung Manusia sebagai wakil penduduk bumi adalah manusia.
Mengapa Borobudur itu gambar Matahari.? Karena Ya..si Ratu Saba’ itu dulunya kan penyembah Matahari, jadi ‘Arsy dia itu ada nuansa mataharinya.
4. Diceritakan pula di dalam Al-qur’an istananya berbentuk piring-piring dan patung-patung, sementara itu candi borobudur berbentuk piring dan banyak patung-patungnya, disinyalir patung Nabi Sulaiman As.



5. Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman As. dan Indonesia adalah negeri SABA yg diceritakan Al-qur’an dalam surat As-Saba (34). karenanya ada nama daerah Sleman di DI. Yogyakarta – Jawa Tengah yang diambil dari nama Nabi Sulaiman As.

Peta Sleman DI Yogyakarta

6. Sementara itu masih di kota Jogjakarta, tepatnya di daerah Prambanan ada candi ratu Boko yang di ambil dari nama Ratu Bulqo/Bilkis.



Candi ratu Boko

Kolam Pemandian di Candi ratu Boko

7. Di dalam Qur’an Surat As-Saba tanda-tanda daerahnya ada buah pahit, sementara disekitar candi borobudur ada buah: Mojo Pahit. bahkan sebuah kerajaan besar yang pernah jaya di pulau jawa dulu rela menamakan kerajaannya dengan nama Kerajaan Majapahit.



Peta Kesultanan Islam Majapahit

8. Lalu diceritakan di dalam Al-qur’an lagi: bahwa daerah Saba’ dikelilingi dua hutan, sementara itu Borobudur disana ada daerah Wanagiri dan WanaSABA, dimana dalam kamus bahasa jawa kawi; wana = hutan, saba = pertemuan.

9. Dimana seperti dalam Alqur’an Nabi Sulaiman menggunakan dua lembar kain dan kain yang luar adalah sutra seperti patung di candi yang terdapat lipatan sutra.


10. Diceritakan lagi di Nabi Sulaiman sering beristirahat dan berlibur di pantai sebelah timur negeri Saba, sementara di sebelah timur Indonesia deket papua ada pulau Solomon, yang di ambil dari nama Nabi Sulaiman As.

11. Relief-relief di candi mengambarkan cerita tentang Nabi Sulaiman diantaranya gambar burung yang mengantar surat kepada ratu Bilkis.

Sedangkan relief yang bergambar burung berkepala manusia, memberikan penjelasan bahwa burung hud-hud tersebut bisa berbicara dengan Nabi Sulaiman.

12. Di dalam Al-Qur’an surat As-Saba’ diceritakan negeri SABA telah di azab Allah karena penduduknya kufur dan tidak beriman, yaitu berupa dengan mengirim banjir besar yang menghancurkan negeri Saba’ menjadi berkeping-keping. Karenanya hanya Indonesia-lah satu-satunya negara di Dunia yang mempunyai 17.000 pulau lebih.



13. Indonesia adalah negeri SABA yang hilang, yang oleh Plato dan para ilmuwan barat diistilahkan benua Atlantis yang hilang.

14. Diantara Ribuan jumlah para Nabi, hanya Nabi Sulaiman As yang mempunyai nama Jawa yang berawalan “SU”, sebagaimana Suparmin, Suharto, Sukarno, Supratman, Sulistyono dll.

Nama jawa (Misal: SUlistiyono)
15. Adanya angin muson di Indonesia semakin menguatkan bukti bahwa Indonesia adalah negeri Saba’.



Dan masih banyak lagi fakta-faktanya yang lain.!


Nah kalau hasil penelitian ini benar adanya, bahwa yanag dimaksud dengan Negeri Saba’ adalah Indonesia hasil peninggalan Nabi Sulaiman As dan Ratu Bulqis. Sungguh luar biasa bangsa ini, kita telah mewarisi peradaban yang mulia itersebut. Wallahu ‘alam bissawaab.



Artikel terkait: Fakta Ilmiah : Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia, Fakta Sejarah Tersembunyi: Kerajaan Majapahit Adalah Kasultanan Islam
sumber:
http://ssq-dla.com
http://id.wikipedia.org
http://rudycoolarema.blogspot.com
http://indonesianspaceresearch.blogspot.com

Friday, March 25, 2011

Siapa Melayu berdasarkan ulama Islam Ahlul Sunnah Wal Jamaah

PengIslaman Melayu di Nusantara berlaku dalam dua peringkat. Peringkat satu arahan dari Baginda Nabi Muhammad S.A.W kepada para sahabat untuk mengIslamkan Raja Raja di Nusantara semasa Baginda maseh hidup pada 3 Hijrah (rujuk artikel Melayu Bukan Pendatang dan Sejarah Melayu). Peringkat kedua semasa Zaman Syeikh Abdul Qadir Al Jelani dan disusuli dengan kedatangan Maulana Syeikh Jamaluddin Al Kubra dan juga Syeikh Muhammad Al Baghdadi
Ada rahsia kenapa Bumi Jawi ini begitu diambil berat oleh Rasulullah, para sahabat, ahlul bayt dan pendakwah Islam.
Beberapa postings lalu saya telah mengupas di mana Atlantis dengan bukti saintifik dari team pengkaji dari  University Oxford, Leeds, Indonesia dan  Brazil. Sementara team pengkaji dari USM telah menemukan tapak komuniti pertama di sekeliling tasek purba yang merupakan tempat peradaban dunia yang pertama. Nenek moyang kita orang Melayu telah didapati bercucuk tanam padi, menternak binatang dan mengadakan bengkel untuk membuat senjata kapak genggam di Lenggong, Perak. Juga kajian beberapa team penyelidik dari university luar negara selama 15 tahun  mendapati orang Melayu telah mempunyai peradaban tinggi; menguasai perlombongan mineral emas dan berlian, ilmu pelayaran, senibina dengan penemuan piramid di bawah timbunan flora di Jawa, perdagangan  dengan timur tengah (Mesir) - kajian dan penemuan penempatan purba di dunia Melayu (Semenanjung Tanah Melayu, Singapura dan Indonesia)  menjurus team penyelidik membuat kesimpulan   bahawasanya pola penyebaran ras manusia adalah melalui Teori Out Of Sundaland (Nusantara) dan bukan Out Of Africa seperti yang dimaklumi sebelumnya.
Sekarang kita amati pula video syarahan ulama pondok Islam ASWJ dari Madrasah Assalam.org  mengenai Bangsa Melayu dan rahsia yang tersembunyi dalam bangsa Melayu. Ketahuilah tugas mempertahankan identiti bangsa Melayu ini juga sekarang digalas oleh para ulama dan ilmuan Islam. Kenapa? Ikutilah penerangan ini.

Sinopsis Video

Takrifan bangsa Melayu dalam video ini sama seperti yang dinyatakan dalam Perlembagaan Persekutuan Melayu iaitu Melayu ialah yang berugama Islam, bertutur dalam Bahasa Melayu, mengamalkan adat istiadat orang Melayu dan berpayung di bawah Sultan Melayu Islam!.

Perkataan Melayu itu terdapat dalam Quran sebanyak 24 kali. Melalui Ijmak ulamak muktabar, mereka sepakat berpendapat bahawa ia adalah bangsa Melayu *Rujuk Video

Juga diingatkan bahawa mereka yang mengamalkan ugama Islam ialah mereka yang mengambil dan mengamakan ajaran dari Al Quran, Hadis, Ijmak Ulamak Muktabar dan Qiyas.

Mereka yang hanya mengambil dari Quran dan Hadis sahaja hanya mengikut hukum akal dan dipengaruhi Wahhabi yang mana adalah agen Yahudi



atau scroll di video bar yang telah saya diletakkan DI ATAS

atau ke link http://www.ustream.tv/recorded/10596117

Saturday, March 5, 2011

Melayu bukan pendatang bahagian 2

Saya telah menyebut bahawa Melayu bukan pendatang di dalam artikel terdahulu di melayu-bukan-pendatang


Hari ini  ahli genetik dan struktur DNA Stephen Oppenheimer  dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.





Teori Migrasi Manusia  -  genetik pool manusia dari Nusantara


Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul 'Eden in The East' di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Khamis 28 Oktober 2010.


Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia.


Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia dan Malaysia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.

Lulusan fakulti kedoktoran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat. Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua New Guinea.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai ais hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia.

Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Ais, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

"Indonesia dan Malaysia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya," ujar dia. Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.

Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua. Buku ini 'membalikkan' sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.


Nota Kaki
Nusantara merujuk kepada Malaysia dan Indonesia yang belum terpecah kerana persempadanan politik oleh British dan Belanda pada tahun 1850

http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2011/03/oppenheimer-peradaban-dunia-dari.html
Nota ekspedisi ekskavasi pasukan penyelidik USM di Bukit Bunuh, Lenggong, Perak